<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://creativesore.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://creativesore.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Sep 2008 15:34:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='creativesore.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://creativesore.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://creativesore.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://creativesore.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ada Makna di Balik Shot</title>
		<link>http://creativesore.wordpress.com/2008/07/31/ada-makna-di-balik-shot/</link>
		<comments>http://creativesore.wordpress.com/2008/07/31/ada-makna-di-balik-shot/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 06:12:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>creativesore</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://creativesore.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Ada Makna di Balik Shot (part 1) Oleh Diki Umbara Melalui unsur verbal dan visual (nonverbal), diperoleh dua tingkatan makna, yakni makna denotatif yang didapat pada semiosis tingkat pertama dan makna konotatif yang didapat dari semiosis tingkat berikutnya. Pendekatan semiotik terletak pada tingkat kedua atau pada tingkat signified, makna pesan dapat dipahami secara utuh (Barthes, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=creativesore.wordpress.com&amp;blog=3484601&amp;post=27&amp;subd=creativesore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:13pt;" lang="SV">Ada Makna di Balik Shot </span></strong><span style="font-size:13pt;" lang="SV">(<em>part 1</em>)</span></p>
<p style="text-align:center;">Oleh Diki Umbara</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span lang="FI">Melalui unsur verbal dan visual (nonverbal), diperoleh dua tingkatan makna, yakni makna denotatif yang didapat pada semiosis tingkat pertama dan makna konotatif yang didapat dari semiosis tingkat berikutnya. Pendekatan semiotik terletak pada tingkat kedua atau pada tingkat signified, makna pesan dapat dipahami secara utuh</span></em><span lang="FI"> (Barthes, 1998:172-173).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Saya setuju dengan tesis yang dikemukanan ahli semiotika dunia <em>Roland Barthes</em> di atas, namun pada tulisan saya kali ini justru akan lebih banyak melihat dari makna pertama utamanya unsur visual (gambar) yakni makna denotatif. Penulis akan mencoba bagaimana makna-makna verbal itu dihasilkan dari sisi praktisi, si pembuat pesan (<em> sinematografer, videografer, filmmaker, videomaker, broadcaster</em>). Secara spesifik penulis akan mengurai ada makna apa di balik sebuah shot. Ketika kita menonton sebuah film atau tayangan televisi, sebenarnya kita sedang menyaksikan rangkaian <em>shot</em> dalam sebuah <em>scene</em>, dan rangkaian scene dalam sebuah <em>sequence</em>, dan seterusnya hingga kita melihat tayangan atau film secara utuh. Disadari atau tidak disadari sebenarnya penonton telah disuguhi ratusan bahkan ribuan shot yang muncul silih berganti di layar televisi setiap harinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Pasti ada pesan yang ingin disampaikan oleh si pembuat dalam menciptakan rangkaian shot-shot tadi, sayangnya tidak semua pesan bisa disampaikan dengan baik dan celakanya hal ini karena ”kesalahan” dari si pembuat pesan. Shot semestinya tidak semata urusan <em>teknis mekanis</em> dan <em>estetis</em>,menyampaikan pesan akan ”<em>berurusan</em>” dengan falsafah, <em>the philosophy of the shot</em>. Wah serumit itukah? mari kita pahami sampai tuntas.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Belum ada kesepakatan tentang definisi yang benar-benar pas tentang apa itu sebenarnya <em>shot</em>. Ketika kita menekan tombol <em>rec</em> atau start sampai kita tekan sekali lagi tombol yang sama, maka itu adalah satu shot. Walaupun hanya satu detik atau bahkan sampai satu jam dari awal sampai akhir, baik bergerak maupun diam. </span><strong><span lang="FI"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>SHOT SIZE/Type of Shot<span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Shot size/type of shot atau ukuran shot adalah besar kecilnya subjek dalam sebuah frame.Type of shot itu terdiri atas :</p>
<ul>
<li>ECU : Extreme Close Up (detail shot)</li>
<li>VCU : Very Close Up (shot wajah) dari atas kepala sampai dagu</li>
<li>BCU : Big Close Up (tight CU, full kepala), wajah memenuhi layar</li>
<li>CU : Close Up, dari keapala sampai pundak</li>
<li>MCU : Medium Close Up,</li>
<li>Knee, 3/4Shot :</li>
<li>MLS : Medium Long Shot</li>
<li>LS : Long Shot</li>
<li>ELS : Extra Long Shot (extereme LS, XLS)</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Masing-masing ukuran shot di atas akan memiliki makna yang berbeda-beda ketika diimplementasikan pada pengambilan sebuah gambar/shooting.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="SV">Long Shots</span></strong><span lang="SV">, secara umum penggunaan shot jauh ini akan dilakukan jika :</span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Untuk mengikuti area yang lebar atau ketika adegan      berjalan cepat</li>
<li class="MsoNormal">Ketika subjek</li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Untuk      menunjukkan dimana adegan berada/menujukkan tempat</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Untuk      menujukkan progres</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Untuk      menjukkan bagaimana posisi subjek memiliki hubungan dengan yang lain </span><span lang="SV"> </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="SV">Medium Shots, </span></strong><span lang="SV">type shot seperti ini yang paling umum kita jumpai dalam film maupun televisi. Jenis shot ini adalah paling aman, karena tidak ada penekanan khusus seperti halnya pada <em>Long Shots</em> dan <em>Close Shots</em>. Semua adegan bisa ditampilkan dengan netral di sini.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Close Shots, </strong>televisi adalah <em>media close up</em>. <span lang="SV">Awalnya <strong><span> </span></strong>premis ini karena berkaitan dengan hal teknis. Pertama, acara dengan media televisi harus ditampilkan secara close up karena ukuran televisi yang kecil jika dibandingkan dengan layar di bioskop. Ke dua, berbeda juga dengan bisokop, acara televisi ditonton sambil lalu, akan lebih cocok menampilkan gambar-gambar dengan close shot/padat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Tapi,yang perlu dipahami juga justru makna-makna yang ditampilkan ketika shot-shot itu dibuat secara close up. Efek close up biasanya, akan terkesan gambar lebih cepat, mendominasi, menekan. Ada makna estestis, ada juga makna psikologis.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="SV">MOVEMENT </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Terdapat paradoks dalam menciptakan <em>camera movement</em> untuk menghasilkan perubahan visual ketika mencoba membuat <em>invisible movement</em>. Secara teknis hal ini dimaksudkan untuk menghindari bergesernya perhatian penonton. Caranya adalah dengan melakukan pergerakkan kamera yang mengikuti pergerakkan subjek. Tapi yang harus diperhatikan tentu saja adalah tujuan atau motivasi dari pergerakkan kamera itu dibuat. Secara umum, menurut Peter Ward dalam <em>Digital Video Camerawork</em>,<span> </span>motivasi itu antara lain :</span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Untuk      menambah interest visual</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Mengekresikan      kegembiraan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Meningkatkan      ketegangan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Memberikan      interes pada subjek baru</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Memberikan      perubahan angle/sudut pandang.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Secara khusus, ada dua kaidah dalam mengontrol camera movement, yakni menyesuaikan gerakkan dengan aksi subjek sehingga gerakan kamera akan distimulasi oleh aksi dan yang kedua adanya kebutuhan untuk menjaga komposisi yang baik selama pergerakkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Hampir di keseluruhan shot yang ditampilkan dalam film Emergency Room atau E.R. menggunakan konsep ini, dengan demikian efek dramatis tercipta sehingga penonton akan merasakan bagaimana suasana yang sangat dinamis di setiap ruang rumah sakit. Demikian juga di beberapa filmnya Rudy Soedjarwo, walaupun menurut saya masih terasa nanggung. Jadi, apa sebenarnya motivasi Rudy membuat film dengan konsep <em>handheld </em>tersebut ? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="SV">ANGLE</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Secara mekanis, angle atau sudut pengambilan gambar itu berhubungan erat dengan lensa kamera, baik jenis lensa yang digunakan maupun penempatan kamera itu sendiri. Masih menurut Ward, ruang internal shot sering menonjolkan kualitas emosional dari adegan. Perspektif yang normal untuk membangun shot sering digunakan secara gamblang dan langsung. Tinggi lensa akan mengendalikan bagaimana penonton mengidentifikasi subyek. Lensa rendah akan mengurangi detail level latar belakang dan menghilangkan indikasi antara latar belakang dengan objek. Posisi lensa yang tinggi memiliki efek sebaliknya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="SV">Low Angle</span></strong><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Pengambilan gambar dengan low angle, posisi kamera lebih rendah dari objek akan mengakibatkan objek lebih superior, dominan, menekan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="SV">High Angle</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Kebalikan dari low angle, akan mengakibatkan dampak sebaliknya, objek akan terlihat imperior, tertekan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Dengan mengetahui dampak pesan yang akan tersampaikan dari sudut pengambilan gambar ini, diharapan sinematografer atau videografer bisa mengkonstruksi shot-shot yang akan dibuat sesuai dengan pesan apa yang ingin kita sampaikan pada penonton. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Satu sekuens yang sama akan dimaknai berbeda ketika pemlihan angle shot yan berbeda pula. Misalnya adegan demontrasi mahasiswa, rangkaian petama : 1.<em>long shot</em> para demontrans, 2. <em>high angle </em>demonstran teriak-teriak, 3. low angle polisi sedang menggebuki demonstran. 4. <em>high angle</em> demontran kesakitan, sedangkan rangkain ke dua : 1.<em>long shot</em> para demontrans, 2. <em>low angle </em>demonstran teriak-teriak, 3. <em>high angle</em> polisi sedang menggebuki demonstran. 4. <em>low angle</em> demontran.Dalam sekuens pertama, penonton akan memaknai rangkaian shot tersebut bahwa ada demontrasi yang dilakukan mahasiswa, polisi dengan superioritasnya bisa menangani aksi demontrasi itu dengan sikap represif, mahasiswa teretekan. Sedangkan dalam rangkain shot pada sekuens ke dua, penonton akan melihat demontrasi yang dilakukan mahasiswa walapun dijaga oleh para polisi, mahasiswa terlihat superior dan mendominasi bahkan lebih gagah dari para polisi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Ya, ini baru satu aspek<span> </span>saja yakni dari <em>angle</em> atau sudut pengambilan gambar bisa mengahsilkan efek yang berbeda pada penonton. Jadi, angle menjadi elemen makna atau pesan. Pesan apa yang ingin disampaikan pemberi pesan ? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Secara detail, <em>Ward</em> mengemukan bahwa sudut lensa mana yang dipilih tergantung dari tujuan shot, yang terdiri atas :</span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span lang="FI">Menonjolkan      subyek prinsip</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="FI">Menyediakan      variasi ukuran shot</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="FI">Memberikan      kelebihan tambahan terhadap subyek yang dipilih</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="FI">Menyediakan      perubahan sudut atau ukuran shot untuk memungkinkan terjadinya inter      cutting yang tidak menonjol</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="FI">Menciptakan      komposisi shot yang baik</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="FI">Meningkatkan      arah mata</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"> </span></p>
</div>
<p><a class="commentlink" title="Komentar pada Ada Makna di Balik Shot" href="http://dikiumbara.wordpress.com/2008/07/31/ada-makna-di-balik-shot/#respond"><br />
</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/creativesore.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/creativesore.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/creativesore.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/creativesore.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/creativesore.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/creativesore.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/creativesore.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/creativesore.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/creativesore.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/creativesore.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/creativesore.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/creativesore.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/creativesore.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/creativesore.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/creativesore.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/creativesore.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=creativesore.wordpress.com&amp;blog=3484601&amp;post=27&amp;subd=creativesore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://creativesore.wordpress.com/2008/07/31/ada-makna-di-balik-shot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d985ad35d57b3267aeafa36c520d3b32?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">creativesore</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sinematografi (part1)</title>
		<link>http://creativesore.wordpress.com/2008/07/15/25/</link>
		<comments>http://creativesore.wordpress.com/2008/07/15/25/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 04:15:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>creativesore</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://creativesore.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Tentang Sinematografi Sejarah sinematografi sangat panjang, namun di sini tidak akan dibahas tentang “perjalanan” sinematografi dari awal. Kemajuan teknologi akan terus berkembang, demikian juga dengan teknologi sinematografi, sehingga kini dikenal dengan sinematografi digital. Kemajuan ini tentu saja akan lebih memudahkan para sineas dalam berkarya. Sebelum lebih lanjut membahas sinematografi, baiknya kita fahami dulu makna dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=creativesore.wordpress.com&amp;blog=3484601&amp;post=25&amp;subd=creativesore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://creativesore.files.wordpress.com/2008/07/jvc-ok1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-26" src="http://creativesore.files.wordpress.com/2008/07/jvc-ok1.jpg?w=460" alt=""   /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="ES">Tentang Sinematografi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="ES">Sejarah sinematografi sangat panjang, namun di sini tidak akan dibahas tentang “<em>perjalanan</em>” sinematografi dari awal. Kemajuan teknologi akan terus berkembang, demikian juga dengan teknologi sinematografi, sehingga kini dikenal dengan sinematografi digital. </span><span lang="FI">Kemajuan ini tentu saja akan lebih memudahkan para sineas dalam berkarya. Sebelum lebih lanjut membahas sinematografi, baiknya kita fahami dulu makna dari sinematografi itu sendiri. </span><span lang="ES">Sinematografi adalah kata serapan dari bahasa Inggris <em>cinematograhy</em> yang berasal dari bahasa latin kinema <em>‘<span>gambar</span>‘</em>. Sinematografi sebagai ilmu serapan merupakan bidang ilmu yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan menggabung gabungkan gambar tersebut hingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="ES">Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. </span>Karena objeknya sama maka peralatannya pun mirip. Perbedaannya fotografi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar. Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkan gambar tunggal, sedangkan pada sinematografi memanfaatkan rangkaian gambar.Jadi sinematografi adalah gabungan antara fotografi dengan teknik rangkaian gambar atau dalam senematografi disebut montase atau montage.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>D.O.P</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">D.O.P atau <em>Director of Photography</em> adalah seorang seniman yang melukis dengan cahaya. Dia harus familiar dengan komposisi dan semua aspek teknik pengendalian kamera dan biasanya dipanggil untuk menyelesaikan permasalahan teknis yang muncul selama perekaman film. D.O.P sangat jarang mengoperasikan kamera. Kerja D.O.P sangat dekat dengan sutradara untuk mengarahkan teknik pencahayaan dan jangkauan kamera untuk setiap pengambilan gambar. <span lang="FI">“<em>Itu adalah salah satu alasan utama kita untuk berusaha mendapatkan uang untuk menjadi entertain. Karena jika bukan untuk bakat dan pengetahuan sinematografer tidak ada jalan untuk membuat dunia kata-kata penulis kedalam gambar yang bisa dilihat oleh semua orang</em>” demikian kata Sinematografer Michael Benson.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Banyak orang berpikir bahwa sutradara mengatur seorang aktor apa yang harus dia lakukan dan D.O.P mengambil gambar. Ini benar, tetapi ada banyak lagi proses selain hal tersebut. Perubahan dari script ke dalam layar lebar adalah melalui lensa seorang D.O.P. Pembuatan film adalah bekerja bersama dengan apa yang ada disana, dan memfilter apa yang ada disini melalui suatu alat yang disebut kamera. Sampai frame pertama digunakan, ini hanyalah sebuah kontrak, ide, konsep, script dan harapan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Sinematografi tidaklah hanya melihat melalui kamera dan mengambil gambar. Namun tentu saja memerlukan mata yang tajam dan imaginasi yang kreatif. </span><span lang="ES">Ini juga memerlukan pengetahuan tentang kimia dan fisika, persepsi sensor yang tepat dan tetap fokus kepada detail. Hampir dari semua itu memerlukan kemampuan untuk memimpin<span> </span>dan juga mendengar, untuk menjadi bagian dari tim kreatif dan proses, dapat dengan memberikan saran yang<span> </span>membangun dan kritis. Sinematografer<span> </span>memerlukan waktu yang panjang<span> </span>dalam pekerjaannya dan memerlukan pengamat, waktu yang pendek untuk masuk ke dunia yang baru </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="FI">Bekerja dengan Sutradara</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Tanggung jawab utama dari D.O.P adalah untuk menciptakan jiwa dan perasaan dalam gambar dengan pencahayaan mereka. Tergantung kepada gaya sutradara, anda dapat memutuskan untuk memilih penampilan film anda sendiri, atau, biasanya setelah meeting dengan sutradara dan biasanya dilakukan bagian artistik yang anda pilih untuk mengatur teknik pencahayaan yang sesuai. Atau sutradara memiliki ide sendiri seperti apa bentuk film ini dan ini akan menjadi tugas D.O.P untuk memenuhi keinginan ini. Semua jalan kerja yang berbeda-beda ini hanyalah panduan yang menyenangkan dalam usaha untuk memenuhi harapan sutradara dan memberikan apa yang dia inginkan dan semoga memberikan kebanggaan dan kesetiaan seorang sutradara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Sutradara dan sinematografer seharusnya secara konstan berdiskusi tentang <em>angle kamera, warna, pencahayaan, blocking</em> dan <em>pergerakan kamera</em>. Sutradara tahu apa yang dia inginkan. Bagaimana dia mengerjakan ini biasanya tergantung kepada sinematografer. Sinematografer menawarkan ide dan menerima penolakan. Sutradara adalah kapten dari kapal. Seberapa banyak atau sebatas mana kolaborasi yang dia inginkan adalah keputusannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Sinematografer Darius Khondji mengatakan ”<em>Saya melihat pekerjaan saya adalah untuk membantu director dalam memvisualisasikan film. Ini akan menjadi proses yang terus-menerus, ada banyak hubungan dengan sutradarara tidak hanya sebatas profesional, sering kali menjadi teman dekat dalam kolaborasi kami</em>. </span>“</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“<em>Sebagai seorang manager, saya mempelajari banyak hal tentang bagaimana mengatur orang. </em><em><span lang="ES">Saya belajar bagaimana merencanakan dan apa peran penting sebuah tim. Saya belajar cara menangani lokasi, bekerja sebagai AD, mengendarai mobil, dan sebagian pertunjukan, bahkan sebagai pemegang kunci. </span></em><em><span lang="FI">Semua posisi adalah pelajaran yang tidak ternilai</span></em><span lang="FI">,” kata Neil Roach.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Salah satu pelajaran terpenting<span> </span>yang<span> </span>telah dipelajari Neil Roach<span> </span>sepanjang karirnya<span> </span>tentang pembuatan film adalah mengenai kolaborasi. “<em>Saat anda bekerja dengan sutradara yang tepat, anda dapat menghasilkan kerja yang menakjubkan</em>” Dia berkata, “<em>Tidak menjadi masalah dengan sutradara, yang harus anda lakukan adalah anda bekerja yang terbaik. Karena tugas alami seorang kameramen adalah selalu berkata ‘tidak’. Tidak, anda menginginkan terlalu banyak cahaya. Atau ‘tidak’ anda tidak dapat melakukan ini dan itu. Dalam hati, saya selalu menggambarkan ini untuk menyenangkan diri saya sendiri, dan memperoleh apa yang saya inginkan pada waktu yang sama, memberikan pegawai apapun yang mereka inginkan</em>.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Sebagai seorang kepala departemen senior, D.O.P diharapkan dapat menjadi contoh keseluruhan unit. </span><span lang="ES">Sering kali hanya individu dari sinematografer yang bekerja sebatas kualitas fotografi saja. Ketepatan waktu, perilaku kru, pakaian,<span> </span>kesopanan semua menjadi satu, setidaknya bagian dari D.O.P sehingga mereka menetapkan standar profesional untuk setiap kru. D.O.P bertangung jawab untuk semua hal yang berkaitan dengan fotografi<span> </span><em>pencahayaan film , exposure, komposisi, kebersihan</em>, dll, yang semua itu adalah tanggung jawab mereka </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“<em>Operator kamera memainkan peran yang terpenting dalam membuat film dengan sutradara. Seorang operator pemula akan tidak percaya diri dengan sutradara. Ada segitiga sutradara, kamera (dan operator) , serta aktor</em>” Michael Benson menjelaskan <em>“Saat segitiga tersebut rusak, jalur komunikasi juga akan rusak. Ini dapat menjadi berbagai bentuk, tetapi segitiga tersebut adalah hal terpenting dari film dan pencerita dapat berafiliasi dengan ini.<span> </span>Operator adalah orang yang tahu jika suatu pengambilan sudah fokus. Saat ini ada suatu kesalahan bahwa teknologi dapat membetulkannya. Tetapi jika pengambilan tidak fokus, tidak ada teknologi yang dapat merubah supaya fokus”</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Grip</strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Grip bertanggung jawab pada <span> </span><em>dolly track</em> dan semua gerakan yang dilakukannya. Dia juga bertanggung jawab untuk memindahkan tripod untuk <em>setup</em> selanjutnya:<span> </span><em>focus puller</em> biasanya bersama dengan kamera. Salah satu hal terpenting adalah kamera tidak boleh dipindahkan saat dia masih berada di tripod. Grip juga bertanggung jawab terhadap gedung, atau mengatur gedung, mengawasi<span> </span>gedung,<span> </span>setiap konstruksi yang diperlukan untuk mendukung jalur atau pergerakan kereta supaya bisa berjalan.<span> </span>Tingkat dan kerataan kerja dorongan track adalah kunci sukses pengambilan gambar. Perawatan jalur dolly dan peralatannya adalah tugas grip. Mereka akan sering membangun atau membuat beberapa hal kecil untuk memperbaiki kamera di hampir setiap objek</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>G<span>affer </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Gaffer<span> </span>adalah seorang kepada elektrik dan akan bekerja langsung dengan D.O.P. Beberapa D.O.P akan menentukan bentuknya dan<span> </span>pintu gudang dan<span> </span>yang tidak dia inginkan- ini tergantung kepada bagaimana mereka ingin bekerja bersama, Sering D.O.P akan dekat dengan gaffer daripada anggota kru lain. Mereka sangat vital untuk kesuksesannya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sejak pertama kali sinematografer Ward Russell “<em>naik</em>“ menjadi Director Photography, dia memberikan nasihat kepada gaffernya “<em>Saya selalu memberitahukan kamu bahwa kamu dapat belajar dari bayangan daripada dengan melihat cahaya<span> Anda dapat mengatakan arah, kelembutan, intensitas, dan perbandingan kepada bayangan</span>. Bayangan memberikan kamu kontras dan kontras yang memberikan kamu bentuk dan drama. Exposure saya selalu sesuai, tidak lebih, seberapa detail saya ingin melihat dalam bayangan sama dengan seberapa terang saya ingin dari cahaya. Untuk saya, sekali anda memiliki titik yang tepat untuk cahaya, proses kreatifnya adalah seberapa banyak cahaya yang dapat anda ambil</em>“</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Kamera Film</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Manusia telah <em>dibohongi</em> oleh film selama berabad-abad. Salah satu alasannya adalah oleh satu<span> </span>peralatan kecil sederhana (yang juga merupakan peralatan dasar sinematografer), kamera film, untuk merekam langsung dari imaginasi kita. Hal pokok dari kamera film adalah beberapa kotak, salah satunya dengan lensa di depan dan mekanisme yang dapat ditarik sesuai dengan lama film setidaknya enam belas kali setiap detik</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hal lainnya memiliki panjang yang sesuai untuk mekanisme film,<span> </span>dengan ruang yang tersisa untuk mengambil gambar setelah exposure. Saat gambar-gambar dari alat ini diproyeksikan oleh mekanisme yang sesuai, mereka memberikan representasi dari scene asli dengan semua pergerakannya yang ada didalamnya untuk ditampilkan dengan benar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bagian mesin yang sangat tepat ini memiliki sejumlah fungsi, yang masing-masing memerlukan pemahaman dan perawatan, dari kamera untuk tetap menghasilkan yang terbaik dan konsisten.<span> </span>Seorang kameramen pemula harus mencoba untuk familiar dengan itu semua dan nyaman dengan pengoperasian kamera,<span> </span>sehingga dia dapat berkonsentrasi untuk aspek kreatif dari cinematography. Pergerakan mekanisme film adalah berbeda dengan kamera saat hanya sebagai sebuah kamera. Ilusi dari pergerakan gambar diciptakan oleh pergantian fotografi yang cepat</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Menghasilkan gambar yang bergerak cepat dengan panjang tertentu dari gambar yang ada adalah yang menjadi perhatian dari pandangan manusia. Jika gambar dipancarkan ke retina, mata manusia akan melihat gambar, singkatnya, secara keseluruhan dan seterusnya, untuk periode yang singkat, gambar akan tetap berada di dalam manusia saat<span> </span>menjadi redup atau menghilang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jika gambar kedua ditembakkan ke retina<span> </span>manusia akan dapat melihat dua gambar yang berkelanjutan tanpa ada sorotan yang pertama.. Proses flashing gambar yang berkelanjutan ini akan membuat otak menganggap tidak ada jarak antara dua gambar tersebut<span> </span>dan pergerakannya lembut. Laju flashing gambar ke mata adalah sepuluh flash setiap detiknya, dalam laju ini efek kedip akan tidak terasa. Hanya di sekitar enam belas atau delapan belas gambar baru per detik yang menyebabkan pergerakan dianggap sebagai suatu pergerakan yang dapat diterima dan efek kedip dapat dikurangi sampai ke titik yang dapat diabaikan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seiring pergantian abad, laju frame menjadi 18 frame per detik (<em>fps</em>) menjadi sesuatu yang umum. Saat ini baik kamera dan proyektor masih dengan tuas tangan dan memiliki kecepatan 2 putaran per detik yang akan menghasilkan laju frame, yang sangat nyaman.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>to be continued&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://www.dikiumbara.com">diki umbara</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/creativesore.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/creativesore.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/creativesore.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/creativesore.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/creativesore.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/creativesore.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/creativesore.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/creativesore.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/creativesore.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/creativesore.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/creativesore.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/creativesore.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/creativesore.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/creativesore.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/creativesore.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/creativesore.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=creativesore.wordpress.com&amp;blog=3484601&amp;post=25&amp;subd=creativesore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://creativesore.wordpress.com/2008/07/15/25/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d985ad35d57b3267aeafa36c520d3b32?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">creativesore</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://creativesore.files.wordpress.com/2008/07/jvc-ok1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>LA LIGHTS INDIE MOVIE 2008</title>
		<link>http://creativesore.wordpress.com/2008/06/02/la-lights-indie-movie-2008/</link>
		<comments>http://creativesore.wordpress.com/2008/06/02/la-lights-indie-movie-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 07:30:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>creativesore</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://creativesore.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[LA LIGHTS INDIE MOVIE 2008 FILM GUE CARA GUE EVENT SERU DAN CREATIVE : WORKSHOP FILM INDIE DI 4 KOTA ( JAKARTA, BANDUNG, SURABAYA DAN YOGYAKARTA), MEET THE PRODUCERS, BIKIN FILM BARENG ARTIS… MAKIN SERU DENGAN PEMBICARA WORKSHOP DARI DALAM &#38; LUAR NEGERI DIANTARANYA : SLAMET RAHARDJO, SALMAN ARISTO, AGUNG SENTAUSA, TITIEN WATTIMENA, MONTY TIWA, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=creativesore.wordpress.com&amp;blog=3484601&amp;post=20&amp;subd=creativesore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div></div>
<p><span style="font-size:16pt;color:#ff0000;"></p>
<div class="gmail_quote" style="text-align:center;"><strong></strong></div>
<div class="gmail_quote" style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:x-large;"><span style="color:#cc0000;font-family:verdana,sans-serif;"><span style="font-size:large;">LA LIGHTS <span style="color:#000000;">INDIE MOVIE 2008</span></span></span></span></strong></div>
<div class="gmail_quote" style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:x-large;"><span style="color:#cc0000;font-family:verdana,sans-serif;"></span></span><br />
<span style="font-size:large;color:#c00000;"><span style="font-size:medium;">FILM GUE CARA GUE</span></span></strong></div>
<div></div>
<p><span style="color:#ff0000;"></p>
<div class="gmail_quote"><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:#993399;font-family:verdana,sans-serif;"><span style="color:#800080;"><span style="font-size:x-small;">EVENT SERU DAN CREATIVE : </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#990000;"><span style="font-size:medium;">WORKSHOP</span></span></span><span style="font-size:x-small;"> <span style="color:#800080;">FILM INDIE DI 4 KOTA</span> ( <span style="color:#3333ff;">JAKARTA</span>, <span style="color:#cc9933;">BANDUNG</span>, <span style="color:#cc66cc;">SURABAYA</span> DAN <span style="color:#006600;">YOGYAKARTA</span>), MEET THE PRODUCERS, BIKIN FILM BARENG ARTIS…</span></span><br />
</strong><br />
<span style="font-size:x-small;"><strong><span style="color:#993399;">MAKIN SERU DENGAN PEMBICARA WORKSHOP DARI DALAM &amp; LUAR NEGERI </span></strong><br />
</span></span><strong><br />
<span style="font-size:small;color:#ff00ff;"><span style="font-size:x-small;">DIANTARANYA :</span></span></strong></div>
<p><span style="font-size:medium;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="color:#006600;"><span style="color:#0000ff;">SLAMET RAHARDJO, </span>SALMAN ARISTO</span>, AGUNG SENTAUSA, <span style="color:#006600;">TITIEN WATTIMENA</span>, <span style="color:#3333ff;">MONTY TIWA</span>, <span style="color:#006600;">SEKAR AYU ASMARA</span>, PHILP CHEAH ( SINGAPURA), <span style="color:#006600;">STANLEY KWAK (KOREA SELATAN)</span>, ALEXIS TIOSECO ( PHILIPHINA), <span style="color:#006600;">DEB VERHOEVEN ( AUSTRALIA), <span style="color:#0060bf;">NOVA RIYANTI YUSUF</span></span>. </span></strong></span></p>
<div class="gmail_quote"> </div>
<div class="gmail_quote"><strong><span style="font-size:medium;color:#c00000;"><span style="font-size:small;">PRESENTASIKAN IDE LOE DALAM MEET THE PRODUCERS :</span></span></strong></div>
<div class="gmail_quote"><strong></strong> </div>
<div class="gmail_quote"><span style="font-size:medium;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="color:#407f00;">HANUNG BRAMANTYO</span>, <span style="color:#006600;"><span style="color:#0000ff;">DJENAR MAESA AYU</span></span>, <span style="color:#006600;">JOHN DE RANTAU,</span> VIVIAN IDRIS, <span style="color:#006600;">ARTURO GP</span>, MARCELLA ZALIANTY, <span style="color:#006600;">VIVA WESTI, <span style="color:#3333ff;">NOVA ELIZA, </span></span></span></strong></span><span style="font-size:medium;"> </p>
<div class="gmail_quote"><strong><span style="color:#006600;">     </p>
<p> </p>
<p></span></strong> </p>
<p> </p>
</div>
<p></span></div>
<div class="gmail_quote"><span style="font-size:medium;"> </p>
<div class="gmail_quote"><strong><span style="color:#006600;"><span style="color:#800080;">Catat Tanggalnya :* Jakarta<br />
5 &#8211; 6 Juli 2008, Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Kuningan &#8211; Jakarta * Surabaya<br />
12 &#8211; 13 Juli 2008, Gedung Telkom Ketintang &#8211; Surabaya* Bandung<br />
19 &#8211; 20 Juli 2008, Taman Budaya Bandung (Dago Tea House)* Yogyakarta<br />
26 &#8211; 27 Juli 2008, Taman Budaya Yogyakarta</p>
<p><span style="font-size:large;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="color:#ffcc33;">Soo….Buruan Ajak teman-teman dan Komunitas kamu untuk mengikuti Event ini..!!</span><br />
</span><br />
</span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:small;">*Pendaftaran dibuka mulai</span></span><span style="font-size:xx-small;"> </span><span style="font-size:medium;">Sekarang </span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:small;">sampai</span></span><span style="font-size:xx-small;"> </span><span style="font-size:medium;">akhir Juni 2008</span><span style="font-size:xx-small;">. Biaya Pendaftaran Rp. 10.000,-</span></span><span style="color:#800000;"><br />
</span></p>
<div><span style="font-size:small;"> </p>
<div><strong><span style="color:#993399;">SEKRETARIAT JAKARTA:</span><br />
<span style="color:#c00000;"><span style="color:#993399;">SET Film WORKSHOP</span><br />
<span style="color:#993399;">Jl. Sinabung no. 4B</span><br />
<span style="color:#993399;">Pakubuwono, Kebayoran baru &#8211; JakSel</span></span></strong></div>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></div>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></span></strong> </p>
<p> </p>
</div>
<p></span></div>
<p><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:#c00000;"><span style="color:#993399;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-size:xx-small;"><span style="font-size:x-small;">Email Pendaftaran dan Informasi:</span><br />
</span><a href="http://dikiumbara.wordpress.com/group/NaratamaTV/post?postID=APBYNQSo5xyPhm_bERGpUQYFIgyGb3pxjhMxBMQX_Ulh5sOMi0bnBvv6MWxM03gpL7x7xt0p0KBVWx6X6wQ"><span style="color:#247cd4;"><span style="font-size:small;">la.indiemovie@…</span></span></a><span style="font-size:small;"> </span><span style="font-size:xx-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#cc33cc;">dan</span></span><br />
</span><a href="http://dikiumbara.wordpress.com/group/NaratamaTV/post?postID=joOxzLx10jzJM1dthgw51GQEsk5lKjAo9-g54k4P4_XWUX1Eq5zziPHtnvljvl6nBVVXKPcGbD5i9GglOQ"><span style="color:#247cd4;"><span style="font-size:small;">indiemovie@…</span></span></a></span></span></span></strong></span></p>
<p><span style="color:#cc33cc;">CP:</span><br />
<span style="color:#cc33cc;">Rani / Anung / Kiki</span><br />
<span style="color:#cc33cc;"> 021 727 99227/ 727 99226</span> <strong><span style="font-size:small;color:#ff00ff;"><br />
</span></strong></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></span></p>
<p> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/creativesore.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/creativesore.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/creativesore.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/creativesore.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/creativesore.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/creativesore.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/creativesore.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/creativesore.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/creativesore.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/creativesore.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/creativesore.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/creativesore.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/creativesore.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/creativesore.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/creativesore.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/creativesore.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=creativesore.wordpress.com&amp;blog=3484601&amp;post=20&amp;subd=creativesore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://creativesore.wordpress.com/2008/06/02/la-lights-indie-movie-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d985ad35d57b3267aeafa36c520d3b32?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">creativesore</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IGHS 2008</title>
		<link>http://creativesore.wordpress.com/2008/05/23/ighs-2008/</link>
		<comments>http://creativesore.wordpress.com/2008/05/23/ighs-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 04:51:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>creativesore</dc:creator>
				<category><![CDATA[Our Project]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://creativesore.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia Global Halal Summit 2008 1 &#8211; 2 July 2008 at Hotel Gran Melia Jakarta Start: Jul 1, &#8217;08 9:00p End: Jul 2, &#8217;08 Location: Hotel Gran Melia Jakarta Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Berdasarkan fakta ini saja, Indonesia sangat berpotensi untuk menjadi pusat industri makanan halal dunia. Selain dari dukungan pasar, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=creativesore.wordpress.com&amp;blog=3484601&amp;post=16&amp;subd=creativesore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color:#339966;">Indonesia</span><span style="color:#339966;"> Global Halal Summit 2008</span></h1>
<p class="MsoNormal"><strong>1 &#8211; 2 July 2008</strong></p>
<p>at Hotel Gran Melia Jakarta</p>
<p>Start: Jul 1, &#8217;08 9:00p<br />
End: Jul 2, &#8217;08<br />
Location: Hotel Gran Melia Jakarta</p>
<p>Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.<br />
<span lang="FI">Berdasarkan fakta ini saja, Indonesia sangat berpotensi untuk menjadi<br />
pusat industri makanan halal dunia. Selain dari dukungan pasar, SDA<br />
dan SDM Indonesia pun sebenarnya sangat memadai untuk mendukung<br />
cita-cita ini.</span></p>
<p>Terkait hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengadakan<br />
konferensi halal tingkat global yang bertajuk &#8220;The 1st Indonesia<br />
Global Halal Summit&#8221; pada tanggal 1-2 Juli 2008 yang bertempat di<br />
Hotel Gran Melia, Jakarta. Acara ini sendiri rencananya akan dibuka<br />
oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.</p>
<p>Tujuan dari diadakannya acara ini sendiri adalah untuk memberikan para<br />
pengusaha yang berkecimpung didalam industri halal lebih banyak<br />
informasi lagi mengenai perdagangan halal di dunia, dan untuk<br />
mengambil bagian di dalam industri halal yang kian berkembang.</p>
<p>Halal tidak hanya terkait dengan makanan dan minuman saja, namun<br />
termasuk didalamnya farmasi, produk-produk kosmetik dan kecantikan,<br />
gaya hidup, keuangan, asuransi, pariwisata, pendidikan, dan lain<br />
sebagainya..</p>
<p>MENGENAI THE 1ST INDONESIA GLOBAL HALAL SUMMIT 2008:</p>
<p>Industri halal merupakan salah satu industri yang paling cepat<br />
berkembang di dunia; memberikan kemungkinan-kemungkinan baru bagi para<br />
pelaku bisnis di industri halal di segala aspek.</p>
<p>Ada terdapat banyak peluang untuk melakukan bisnis di industri halal,<br />
baik Muslim maupun non-Muslim yang ingin mengukuhkan perusahaannya di<br />
pasar ini.</p>
<p>Para ahli dari dunia yang berkecimpung dalam industri ini dari sektor<br />
swasta dan pemerintah akan berkumpul selama dua hari di Jakarta untuk<br />
menjabarkan tentang masa depan dari industri halal.</p>
<p>Acara selama dua hari ini akan meliputi tentang dua hal penting di<br />
industri halal; barang dan jasa. Acara akan menjadi landasan dasar<br />
yang penting bagi para pelaku bisnis yang berkecimpung di industri<br />
halal dunia untuk membicarakan dan membangun aliansi-aliansi baru di<br />
industri halal.</p>
<p>MATERI SECARA GARIS BESAR:</p>
<p>* Melihat Pangsa Pasar Halal Secara Global – Peluang &amp; Tantangan</p>
<p>* Keuntungan Yang Bisa Didapatkan Dari Pangsa Pasar Halal Dunia</p>
<p>* Pentingnya Sertifikasi Dan Standarisasi Untuk Pengembangan Usaha</p>
<p>* Pentingnya Mempunyai Merk Halal Untuk Memperluas Pangsa Pasar</p>
<p>* Peluang &amp; Tantangan Dalam Bisnis Produksi Makanan</p>
<p>* Peluang &amp; Tantangan Dalam Industri Halal</p>
<p>* Syarat-syarat Yang Harus Dimiliki Sebuah Industri Agar<br />
Mendapatkan Kredibilitas Halal Dalam Pangsa Pasar Dunia</p>
<p>* Perkembangan Sektor Keuangan Syariah Dan Peluang Yang Terdapat<br />
Didalamnya</p>
<p>* Membuka Kesempatan Untuk Berinvestasi Di Industri Halal Yang<br />
Tersedia Di Indonesia</p>
<p>TUJUAN &amp; MANFAAT:</p>
<p>* Untuk mempromosikan, mengembangkan dan menstimulasi pertumbuhan<br />
industri halal</p>
<p>* Untuk mengevaluasi peluang-peluang yang ada di industri halal<br />
dan mencari cara untuk masuk kedalamnya</p>
<p>* Pentingnya sertifikasi dan standar halal untuk mendapatkan<br />
kepercayaan dari konsumen</p>
<p>* Berbagi pengalaman, pandangan dan pengetahuan sesama pelaku<br />
bisnis di industri halal</p>
<p>* Untuk mengembangkan dan mempromosikan merek dagang yang berlabel<br />
Halal</p>
<p>* Untuk mendukung para pelaku bisnis dalam menggunakan transaksi<br />
syariah</p>
<p>PESERTA:</p>
<p>* Semua pelaku bisnis yang berhubungan baik secara langsung maupun<br />
tidak langsung dengan industri Halal</p>
<p>* Pelaku bisnis yang terlibat dalam industri barang konsumsi<br />
(Consumer Goods) seperti makanan &amp; minuman, kesehatan, kosmetik,<br />
farmasi, dll</p>
<p>* Penyedia pakan ternak dan pertanian</p>
<p>* Para pelaku bisnis dalam industri supermarket dan toko-toko retail</p>
<p>* Pebisnis di industri rumah-rumah penjagalan</p>
<p>* Akademisi/Peneliti/Asosiasi Industri/ Konsultan</p>
<p>* Perwakilan dari pemerintah</p>
<p>* Institusi-insitusi Keuangan (bank, asuransi dan jasa keuangan<br />
lainnya)</p>
<p>Untuk lebih jelasnya mengenai acara ini, silahkan menghubungi Niken di<br />
0816 1343 920 / (021) 3190 9775 / (021) 390 3177 / (021) 314 0547 atau<br />
melalui e-mail di niken_l4@yahoo.co.id / ms.nikenlarasati@gmail.com</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/creativesore.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/creativesore.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/creativesore.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/creativesore.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/creativesore.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/creativesore.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/creativesore.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/creativesore.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/creativesore.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/creativesore.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/creativesore.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/creativesore.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/creativesore.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/creativesore.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/creativesore.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/creativesore.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=creativesore.wordpress.com&amp;blog=3484601&amp;post=16&amp;subd=creativesore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://creativesore.wordpress.com/2008/05/23/ighs-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d985ad35d57b3267aeafa36c520d3b32?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">creativesore</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persiapan Menjadi Sutradara (part 1)</title>
		<link>http://creativesore.wordpress.com/2008/04/28/persiapan-menjadi-sutradara-part-1/</link>
		<comments>http://creativesore.wordpress.com/2008/04/28/persiapan-menjadi-sutradara-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 04:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>creativesore</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://creativesore.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian dikutif dari buku jadul &#8220;The Film Director&#8221; karya Richard L.Bare Tidak seperti sebagian artis, aktor, maupun penulis yang biasanya terlahir dengan bakatnya, seorang sutradara harus mempelajari seni dari pekerjaan yang digelutinya. Melalui apa? yakni melalui : Observasi dan tentu saja praktek. Sutradara juga bisa belajar dengan cara menonton film-film karya sutradara yang lain. Calon [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=creativesore.wordpress.com&amp;blog=3484601&amp;post=11&amp;subd=creativesore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.filmreference.com/images/sjff_02_img0805.jpg" alt="Sutradara" width="453" height="343" /></p>
<p><em>Sebagian dikutif dari buku jadul &#8220;The Film Director&#8221; karya Richard L.Bare </em></p>
<p><strong>T</strong>idak seperti sebagian artis, aktor, maupun penulis yang biasanya terlahir dengan bakatnya, seorang <em>sutradara</em> harus mempelajari seni dari pekerjaan yang digelutinya. Melalui apa? yakni melalui :</p>
<ul>
<li>Observasi dan tentu saja praktek.</li>
<li>Sutradara juga bisa belajar dengan cara menonton film-film karya sutradara yang lain.</li>
<li>Calon sutradara juga bisa belajar dengan memperhatikan cara sutradara lain bekerja di lapangan</li>
<li>Pengetahuan penyutradaraan juga bisa diperoleh dari membaca buku-buku tentang film atau mengikuti pendidikkan sinematografi bisa berupa kursus atau pendidikan formal</li>
<li>Satu hal yang pasti, tempat berlatih yang baik bagi calon sutradara adalah industri film itu sendiri. Intinya, terjun langsung dalam dunia film adalah pelatihan terbaik.</li>
</ul>
<p>Memang tidak begitu banyak institusi pendidikan yang memfokuskan pada sinematografi di Indonesia, beberpaa perguruan tinggi diantaranya ada IKJ (Institut Kesenian Jakarta), ISI (Institut Seni Indonesia) Jogyakarta, dan Next Academy. Lain halnya kalau broadcasting (penyiaran), puluhan perguruan tinggi sudah membuka jurusan ini. Universitas Indonesia, UNPAD Bandung, Univ Moestopo, Sahid, AKOM BSI, Univ Tarumanagara, dan terakhir Univ Pancasila memiliki jurusan Broadcasting. Nah kalau tempat kursus diantaranya, School for Brodcast Media, PPHUI (Usmar Ismail), Diklat TVRI, Broadcast Center UI, dan CMC.</p>
<p>Selain institusi tadi, sutradara Rudy Soejarwo pernah mengadakan pelatihan penyutradaraan, juga Pop Corner yg terdiri dari beberapa sineas muda, terakhir Hanung Bramantyo juga mengadakan semacam pelatihan untu calon asisten sutradara.</p>
<p>Mengikuti pendidikan formal atau kursus bukan jalan satu-satunya, seperti yang diuraikan di atas bahwa ada cara-cara lain. Menonton karya sutradara lain juga penting dan ini juga dilakukan di perguruan tinggi semisal yang dilakukan di <em>University of Southern California</em> dan A<em>cademy of Motion Picture Arts and Sciences</em> bahkan di <em>Institut Kesenian Jakarta</em> juga, bahkan menonton menjadi kewajiban mahasiswa. Sutradara Riri Riza menyukai sesi menonton ini yg diwajibkan di mata kuliah Sejarah Film.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/creativesore.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/creativesore.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/creativesore.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/creativesore.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/creativesore.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/creativesore.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/creativesore.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/creativesore.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/creativesore.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/creativesore.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/creativesore.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/creativesore.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/creativesore.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/creativesore.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/creativesore.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/creativesore.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=creativesore.wordpress.com&amp;blog=3484601&amp;post=11&amp;subd=creativesore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://creativesore.wordpress.com/2008/04/28/persiapan-menjadi-sutradara-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d985ad35d57b3267aeafa36c520d3b32?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">creativesore</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.filmreference.com/images/sjff_02_img0805.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sutradara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BUSWAY ON THE WAY (part 1)</title>
		<link>http://creativesore.wordpress.com/2008/04/25/7/</link>
		<comments>http://creativesore.wordpress.com/2008/04/25/7/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 06:31:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>creativesore</dc:creator>
				<category><![CDATA[Our Project]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://creativesore.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Pengalaman naik busway (benernya sich bis “Transjakarta”), sudah hampir satu setengah tahun terutama setelah jalur Koridor 6 (Ragunan – Halimun) beroperasi. Ketika transportasi di Jakarta gak karu-karuan, semrawut dan macet dimana-mana, bus Transjakarta punya jalur sendiri, busway, lancarrrr&#8230;&#8230;.. Paling gak ini bisa dirasakan setelah ada peraturan yg lumayan tegas, kendaraan lain selain Transjakarta tidak boleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=creativesore.wordpress.com&amp;blog=3484601&amp;post=7&amp;subd=creativesore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><img style="vertical-align:top;" src="http://img61.imageshack.us/img61/3404/379194665a6947f3424ohv5.jpg" alt="busway" width="480" height="640" /></p>
<p class="MsoNormal"><span>Pengalaman naik busway (benernya sich bis “<strong>Transjakarta</strong>”), sudah hampir satu setengah tahun terutama setelah jalur Koridor 6 (<em>Ragunan – Halimun</em>) beroperasi. Ketika transportasi di Jakarta gak karu-karuan, semrawut dan macet dimana-mana, bus Transjakarta punya jalur sendiri, busway, lancarrrr&#8230;&#8230;.. Paling gak ini bisa dirasakan setelah ada peraturan yg lumayan tegas, kendaraan lain selain Transjakarta tidak boleh menggunakan jalur khusus ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Banyak pengalaman unik waktu menggunakan moda Transjakarta ini, dari mulai antri di shelter yang panjangnya ampun-ampun dan berdesak-desakkan di dalam bis. Yang jelas naek transjakarta emang seru, hanya dengan 3.500 perak sudah bisa keliling Jakarta, murah kan booooo&#8230;&#8230;..<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Serunya naek busway membuat <strong>Rina Junior </strong>tertarik membuat lagu yg dia beri judul “<strong>Bus Way on The Way</strong>”. Sebuah kisah simpel tentang seorang pemuda yang memiliki janji sama pacarnya, dan ini lyricnya “<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><br />
<em>Dilaut hiruk kendaraan, busway melaju kencang<br />
Jati padang ke kuningan, buswayku bebas menerjang<br />
tetapi lihat ojek curang, mengambil jalur bebas hambatan<br />
Busway tak mampu melawan, buswayku jadi tertahan<br />
Orang orang mulai berang, busway ditunggu tak datang<br />
Polisi angkat tangan, pacarku tak sabaran, HP aku matikaaan&#8230;<br />
kencanku berantakan..</em></span></p>
<p><em>Ea..eoo..<br />
Orang orang mulai berang, busway ditunggu tak datang<br />
Polisi angkat tangan, kencanku berantakaaan&#8230;</em></p>
<p><em>Reff:<br />
Baby haree geneee..harap kau mengertiii&#8230; telat bukannya niat!<br />
Baby haree geneee.. kalo ga mo ngertiii&#8230;cari honey yang naik mercyyyy</em></p>
<p><em>Akhirnya aku naik taxi, tapi justru bikin keki<br />
goban hilang, taxi ga jalan, pacarku penasaran, pulsaku kehabisan<br />
karena masuk jalur nyasar, taxi nyangkut ditrotoar<br />
Polisi koar koar, pacarku tambah gusar, pasti ku kena lempaaaar&#8230;<br />
kencanku berantakan&#8230;</em></p>
<p><em>Ea ..eooo&#8230;<br />
Baby my busway on the way.<br />
Pacarku saying,. no way !<br />
ape mau dikate&#8230;<br />
My baby said. go awaaaay !!!</em></p>
<p><em>Ea..eooo&#8230;oooo<br />
Baby my busway on the way.. baby my busway on the way&#8230;.</em><em></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span>So,&#8230;.apa hubungannya dengan <strong>CREATIVE SORE</strong> ?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Yeah&#8230;.lagu ini akan segera dibuat video clipnya. Dan <em>Creative Sore</em> berkesempatan membuat video clip ini. “<strong>Busway on The Way</strong>” akan dibesut oleh sutradara <strong>Myhell</strong> alias Helmie. Sedangkan ide visual sudah rampung “dioret-oret” oleh <strong>Didot</strong>. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Bagaimana konsep video klip perdana garapan <em>Creative Sore</em> ini? Sssssstttt&#8230;&#8230;masih rahasia nich. Rencana shooting akan dilaksanakan pertengahan Mei ini, menunggu UTS kelar. Maklum&#8230;..semua crew <em>Creative Sore</em> adalah mahasiswa&#8230;..(</span><em><span style="font-size:10pt;">to be continued&#8230;.</span></em><span>)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/creativesore.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/creativesore.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/creativesore.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/creativesore.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/creativesore.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/creativesore.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/creativesore.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/creativesore.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/creativesore.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/creativesore.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/creativesore.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/creativesore.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/creativesore.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/creativesore.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/creativesore.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/creativesore.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=creativesore.wordpress.com&amp;blog=3484601&amp;post=7&amp;subd=creativesore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://creativesore.wordpress.com/2008/04/25/7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d985ad35d57b3267aeafa36c520d3b32?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">creativesore</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img61.imageshack.us/img61/3404/379194665a6947f3424ohv5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">busway</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa dan Siapakah Sutradara itu ?</title>
		<link>http://creativesore.wordpress.com/2008/04/22/apa-dan-siapakah-sutradara-itu/</link>
		<comments>http://creativesore.wordpress.com/2008/04/22/apa-dan-siapakah-sutradara-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 04:37:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>creativesore</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://creativesore.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Apa dan siapakah Sutradara itu ? Camera Roll&#8230;.and&#8230;Action! Beradasarkan definisi, sutradara adalah seseorang yang menterjemahkan bahasa naskah ke dalam ”bahasa” suara dan gambar secara spesifik. Dia memvisualkan naskah atau script dengan memberikan konsep abstrak ke dalam bentuk yang kongkrit atau nyata. Sutradara membangun sebuah pandangan atau point of view ke dalam suatu gagasan dan menentukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=creativesore.wordpress.com&amp;blog=3484601&amp;post=6&amp;subd=creativesore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:18pt;">Apa dan siapakah Sutradara itu ?</span><em></em><span><em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><em>Camera Roll&#8230;.and&#8230;Action!</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Beradasarkan definisi, <strong>sutradara</strong> adalah seseorang yang menterjemahkan bahasa naskah ke dalam ”bahasa” suara dan gambar secara spesifik. Dia memvisualkan naskah atau script dengan memberikan konsep abstrak ke dalam bentuk yang kongkrit atau nyata. Sutradara membangun sebuah pandangan atau <em>point of view</em> ke dalam suatu gagasan dan menentukan pemilihan shot-shot, penempatan dan pergerakkan kamera, serta mengarahkan akting pemain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sutaradara bertanggungjawab pada struktur dramatis, alur cerita, yuang tercakup dalam audio dan visual. <span>Dia harus mampu mempertahankan keingintahuan penonton. </span>Sutradara bekerja bersama kru serta talent (aktris/actor), membangun plotting,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Menurut Roman Polanski, penyutradaraan adalah sebuah gagasan dimana anda harus memiliki keseluruhan alur yang bisa dipaparkan dengan baik. Polanski juga mengatakan bahwa sutarada itu seperti jenderal, politisi diktator, orang yang sangat agresif. Mungkin pendapat ini agak sedikit berlebihan, namun poin pentingnya bahwa sutradara harus bisa memimpin. Sutarada sebagai guide yang bisa &#8220;menyampaikan ini dan itu&#8221;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/creativesore.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/creativesore.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/creativesore.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/creativesore.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/creativesore.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/creativesore.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/creativesore.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/creativesore.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/creativesore.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/creativesore.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/creativesore.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/creativesore.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/creativesore.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/creativesore.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/creativesore.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/creativesore.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=creativesore.wordpress.com&amp;blog=3484601&amp;post=6&amp;subd=creativesore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://creativesore.wordpress.com/2008/04/22/apa-dan-siapakah-sutradara-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d985ad35d57b3267aeafa36c520d3b32?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">creativesore</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
